Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)-Tugas 7S
Manajemen Sumber Daya
Manusia
1. Apa itu manajemen sumber daya manusia (MSDM)?
MSDM terdiri dari
kata manajemen dan sumberdaya manusia. Manajemen adalah seni mengatur proses
pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai tujua tertentu. Sumberdaya tersebut meliputi : men (manusia),
money (uang), methode (metode/cara/sistem), materials (bahan), machines (mesin),
dan market (pasar). Unsur manusia yang merupakan salah satu unsur sumberdaya
berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut MSDM ynag merupakan terjemahan dari man power
manajemen. Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebut
manajemen kepegawaian atau manajemen personalia.
MSDM adalah ilmu
dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien
membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2. Apa fungsi Manajerial dari MSDM?
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Fungsi Manajerial
Sudah merupakan tugas manajemen sumber daya manusia untuk mengelola
manusia seefektif mungkin, agar diperoleh suatu satuan sumber daya manusia yang
merasa puas dan memuaskan. Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari
manajemen umum yang memfokuskan diri pada sumber daya manusia. Adapun fungsi
Manajemen sumber daya manusia seperti halnya fungsi manajemen umum, yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
Semua orang memahami bahwa perencanaan adalah bagian terpenting, dan
oleh karena itu menyita waktu banyak dalam proses manajemen. Untuk manajer
sumber daya manusia, perencanaan berarti penentuan program karyawan (sumber
daya manusia) dalam rangka membantu tercapainya sasaran atau tujuan organisasi
itu. Dengan kata lain mengatur orang-orang yang dapat menangani tugas-tugas
yang dibebankan kepada masing-masing orang dalam rangka mencapai tugas
organisasi yang telah direncanakan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Apabila serangkaian kegiatan telah disusun dalam rangka mencapai
tujuan organisasi, maka untuk pelaksanaan atau implementasi kegiatan tersebut
harus diorganisasikan. Organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan secara
efektif, oleh sebab itu dalam fungsi organisasi harus terlihat pembagian tugas
dan tanggung jawab orang-orang atau karyawan yang akan melakukan kegiatan
masing-masing.
3. Pengarahan (Directing)
Untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan, dan agar kegiatan
tersebut dapat berjalan dengan efektif maka diperlukan adanya arahan (directing)
dari manajer. Dalam suatu organisasi yang besar biasanya pengarahan tidak
mungkin dilakukan oleh manajer itu sendiri, melainkan didelegasikan kepada
orang lain yang diberi wewenang untuk itu.
4. Pengendalian (Controlling)
Fungsi pengendalian adalah untuk mengatur kegiatan, agar
kegiatan-kegiatan organisasi itu diharapkan dapat berjalan sesuai dengan
rencana. Di samping itu pengendalian juga dimaksudkan untuk mencari jalan ke
luar atau pemecahan apabila terjadi hambatan pelaksanaan kegiatan.
3.
Apa fungsi
operasional dari MSDM?
Berikut fungsi Manajemen
Sumber Daya Manusia Sebagai Fungsi Operasional:
1. Pengadaan Tenaga Kerja atau Pengadaan Sumber
Daya Manusia (recruitment)
Jika dilihat dari fungsi rekruitmen, seorang manajer sumber
daya manusia akan bertujuan untuk memperoleh jenis dan jumlah tenaga atau
sumber daya manusia yang tepat, sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh
unit-unit kerja yang bersangkutan. Penentuan sumber daya manusia yang akan
dipilih harus benar-benar yang diperlukan, bukan karena ada tenaga tersedia.
Oleh sebab itu system rekruitmen yang mencakup seleksi harus terlebih dahulu
dikembangkan secara matang.
2.
Pengembangan (development)
Dengan adanya tenaga atau sumber daya, yang telah diperoleh suatu
organisasi, maka perlu diadakan pengembangan tenaga sampai pada taraf tertentu
sesuai dengan pengembangan organisasi itu. Pengembangan sumber daya ini
penting, searah dengan pengembangan organisasi. Apabila organisasi itu ingin
berkembang maka seyogianya diikuti oleh pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan
pelatihan yang berkesinambungan.
Definisi pengembangan karyawan adalah suatu usaha untuk meningkatkan
kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan pelatihan. Adapun tujuan
dari pengembangan karyawan adalah menyangkut beberapa hal, diantaranya :
a. Produktivitas Kerja
Dengan pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat,
kualitas dan kuantitas produksi semakin baik, karena technical skill, human
skill dan managerial skill karyawan yang semakin membaik.
b. Efisiensi
Penegmbangan karyawan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga,
waktu, bahan baku dan mengurangi ausnya mesin-mesin. Pemborosan berkurang,
biaya produksi relative mengecil sehingga daya saing perusahaan semakin besar
c. Mengurangi Kerusakan
Pengembangn karyawan juga bertujuan untuk mengurangi kerusakan
barang, produksi dan mesin-mesin karena karyawan semakin ahli dan terampil
dalam melaksanaan pekerjaannya.
d. Mengurangi kecelakaan
Pengembangan bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan karyawan,
sehingga jumlah biaya pengobatan yang dikeluarkan perusahaan berkurang
e. Meningkatkan Service
Pengembangan akan meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik dari
karyawan kepada nasabah perusahaan, karena pemberian pelayanan yang baik
merupakan daya penarik yang sangat penting bagi rekanan-rekanan perusahaan yang
bersangkutan
f. Moral
Dengan pengembangan, moral karyawan akan lebih baik karena keahlian
dan ketrampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka antusias untuk
menyelesaikan pekerjaannya dengan baik
g. Karir
Dengan pengembangan,, kesempatan untuk untuk meningkatkan karir
karyawan semakin besar, karena keahlian, ketrampilan dan prestasi kerjanya
lebih baik. Promosi ilmiah biasanya didasarkan kepada keahlian dan prestasi
kerja seseorang
h. Konseptual
Dengan pengembangan, manajer semakin cakap dan cepat dalam mengambil
keputusan yang lebih baik karena technical skill, human skill dan managerial
skill-nya lebih baik
i. Leadership
Dengan pengembangan kepemimpinan seorang manajer akan lebih baik,
human relation-nya lebih luwes, motivasinya terarah sehingga pembinaan kerja
sama vertical dan horizontal semakin harmonis
j. Incentives
Pengembangan juga dimaksudkan untuk meningkatkan insentif, fee,
maupun benefit yang didasarkan pada prestasi kerja para karyawa.
k. Consumer Satisfaction
Pengembangan para karyawan akan searah dengan pengembangan kualitas
produk, dan layanan sehingga tentunya akan berkaitan dengan kepuasan konsumen.
Pelaksanaan pengembangan harus didasarkan pada metode-metode yang
telah ditetapkan dalam program pengembangan perusahaan yang dirumuskan oleh
bagian atau suatu tim pengembangan. Metode pengembangan terdiri atas metode
latihan atau training yang diberikan kepada karyawan operasional dan metode
pendidikan atau lecturing yang khusus diberikan kepada karyawan manajerial.
a. On the Job Training
Yaitu pelatihan dengan instruksi, maksudnya adalah para pekerja
ditempatkan dalam kondisi riil dibawah bimbingan dan supervise dari seorang
pegawai senior atau supervisor. Metode ini menggunakan pendekatan Job
Instruction Training yakni instruktur memberikan pelatihan kepada pegawai
senior atau supervisor kemudian pegawai senior memberikan pengalamannya kepada
pekerja!
b. Vestibule
Yakni suatu metode latihan yang dilakukan dalam kelas atau workshop
yang bia sanya diselenggarakan dalam suatu perusahaan industry untuk
memperkenalkan pekerjaan kepada karyawan baru dan melatih mereka mengerjakan
pekerjan tersebut. Tentunya dengan duplikasi bahan, alat-alat dan konisi yang
akan mereka temui dalam situasi kerja yang sebenarnya.
c. Demonstrasi
Yakni metode latihan yang dilakukan dengan cara peragaan dan
penjelasan bagaimana cara-cara mengerjakan sesuatu pekerjaan melalui
contoh-contoh atau percobaan yang didemonstrasikan. Peserta melihat sendiri
teknik mengerjakannya, diberikan penjelasan-penjelasan bahkan kalau perlu
mencoba mempraktekannya sendiri.
d. Programmed Instruction
Merupakan bentuk pelatihan agar peserta dapat belajar sendiri karena
langkah-langkah pengerjaan sudah diprogram, biasanya dengan computer, buku atau
mesin pengajar. Instruksi terprogram meliputi pemecahan informasi dalam
beberapa bagian kecil sedemikian rupa sehingga dapat dibentuk program
pengajaran yang mudah dipahami dan saling berhubungan.
e. Magang
Melibatkan pembelajaran dari pekerja yang lebih berpengalaman dan
dapat ditambah pada teknik off the job training. Banyak pekerja ketrampilan
tangan seperti tukang pipa dan kayu, dilatih melalui program magang resmi.
Asistensi dan kerja sambilan bisa disamakan
dengan magang karena menggunakan partisipasi tingkat tinggi dari
peserta sekaligus memiliki feedback yang tinggi pula.
Sedangkan untuk pengembangan dengan metode lecturing, ada beberapa
pendekatan yang bisa dipakai, namun dalam makalah ini pemakalah hanya
menyajikan lima metode yang paling sering digunakan dalam suatu perusahaan
1. Seminary
Metode ini menggunakan pendekatan ceramah atau presentasi dari
instruktur. Gunanya tentu untuk meningkatkan kemampuan manajerial para
pimpinan. Metode ini dilakukan dalam dalam suatu classroom dengan jangkauan
audiens yang banyak!
2. Lokakarya
Menggunakan pendekatan yang mirip dengan seminary, yakni menggunakan
ceramah atau presentasi, namun bedanya, peserta tidak pasif mendengarkan begitu
saja, tapi juga turut diminta partisipasinya dalam memecahkan suatu masalah.
3. Under Study
Hampir sama dengan on the job training, hanya bedanya dilakukan
dalam tataran kepemimpinan. Dimana calon pemimpin dipersiapkan untuk
menggantikan jabatan atasannya. Calon dipersiapkan untuk mengisi jabatan apabila
pimpinannya berhenti.
4. Job Rotation
Adalah teknik pengembangan yang dilakukan dengan cara memindahkan
peserta dari suatu jabatan ke jabatan lainnya secara periodic untuk menambah
keahlian dan kecakapannya pada setiap jabatan. Hal ini merupakan antisipasi
jika ia dipromosikan, ia akan siap, memiliki pengetahuan dan kapasitas yang
baik
5. Coaching dan Counseling
Coaching adalah suau metode pendidikan dengan cara atasan
mengajarkan keahlian dan ketrampilan kerja kepada bawahannya. Dalam metode ini,
supervisor diperlukan sebagai petunjuk untuk memberitahukan kepada para peserta
mengenai tugas yang akan dilaksanakan dan bagaimana cara mengerjakannya.
Sedangkan counseling adalah suatu cara pendidikan dengan melakukan diskusi
antara pekerja dan manajer mengenai hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti
keinginannya, ketakutannya dan aspirasinya.
3. Kompensasi (compensation)
Kompensasi adalah merupakan fungsi manajemen yang sangat penting.
Melalui fungsi ini organisasi memberikan balas jasa yang memadai dan layak
kepada karyawan. Hal ini wajar karena karyawan sebagai sumber daya manusia
organisasi tersebut telah memberikan jasanya yang besar terhadap pencapaian
tujuan organisasi. Dari hasil-hasil penelitian, meskipun kompensasi bukan hanya
berupa materi atau uang, namun bentuk gaji sangat penting untuk meningkatkan
hasil kerja.
4. Pengintegrasian (integration)
Integrasi adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk
rekonsiliasi kepentingan-kepentingan karyawan dalam suatu organiasasi. Telah di
sadari bersama bahwa dalam pelaksanaan kegiatan organisasi sering terjadi
benturan kepentingan di antara karyawan atau antara karyawan dengan manajer.
Untuk itulah pentingnya fungsi integrasi ini agar diperoleh kesepakatan kembali
dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.
5. Pemeliharaan (maintenance)
Kemampuan-kemampuan atau keahlian (skill) dari sumber daya manusia
yang telah dimiliki oleh suatu organisasi perlu dipelihara (maintenance).
Karena kemampuan tersebut adalah merupakan asset yang penting bagi terlaksananya
tugas dan tujuan organisasi. Fungsi pemeliharaan ini termasuk juga jaminan
kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.
6. Pemutusan Hubungan Tenaga Kerja (separation)
Seorang karyawan tidak mungkin akan selalu bekerja pada organisasi
tertentu. Pada suatu ketika paling tidak mereka harus memutuskan hubungan kerja
dengan cara pensiun. Untuk itu maka tenaga kerja atau karyawan tersebut harus
kembali ke masyarakat. Organisasi harus bertanggung jawab dalam memutuskan
hubungan kerja ini sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, dan menjamin
warga masyarakat yang dikembalikan itu berada dalam keadaan yang sebaik
mungkin. Seorang manajer sumber daya manusia harus melaksanakan fungsi ini dengan baik.
4. Untuk
tujuan apa perusahaanmemberikan training atau pelatihan kepada karyawan?
Training atau pelatihan bagi karyawan berhubungan erat terhadap hasil pekerjaan
karyawan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah penilaian untuk mengukur kinerja
karyawan dan pelatihan karyawan dilaksanakan setelah ada hasil dari
penilaian tersebut. Pelatihan karyawan dilakukan dengan tujuan agar para
karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sesuai dengan
tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.
Pelatihan karyawan
yang tepat, dapat memberikan efek yang baik kepada karyawan sehingga karyawan
dapat mengembangkan diri dan mampu memahami beberapa hal terkait pekerjaannya,
antara lain:
- Karyawan memahami seluk beluk pelaksanaan pekerjaan lebih mendalam.
- Kayawan dapat memahami perkembangan perusahaan.
- Kayawan dapat memahami sasaran yang akan dicapai perusahaan.
- Karyawan mengerti akan perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan.
- Karyawan dapat mudah memahami Informasi yang disampaikan perusahaan.
- Karyawan dapat memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan.
- Karyawan mampu melakukan hubungan-hubungan dengan lingkungan.
- Karyawan mampu memahami kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan.
- Karyawan mampu memahami sistem dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan tugas perusahaan.
- Karyawan mampu memahami dan menerapkan perilaku yang mendukung dan dituntut perusahaan.
5. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi karyawan?
Penentuan
Kompensasi
Besarnya
kompensasi yang diberikan ditentukan oleh:
1)
Harga / Nilai pekerjaan,
2)
Sistem kompensasi yang diterapkan, dan
3)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi.
1)
Harga/ Nilai Pekerjaan
Penilaian
harga suatu jenis pekerjaan merupakan tindakan pertama yang dilakukan
dalam
menentukan besarnya kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan.
Penilaain
harga pekerja dapat dilakukan dengan dua cara, sebagai berikut :
a.
Melakukan analisis jabatan/pekerjaan
b.
Melakukan survei harga pekerjaan sejenis pada organisasi lain.
2)
Sistem kompensasi
Beberapa
sistem kompensasi yang biasa digunakan adalah sistem prestasi, sistem
kontrak/borongan.
a.
Sistem Prestasi
Upah
menurut prestasi kerja sering juga disebut dengan upah sistem hasil. Cara ini
dapat
mendorong karyawan yang kurang produktif menjadi lebih produktif. Contoh
kompensasi
sistem hasil : per potong, per meter, per kilo, per liter dan sebagainya.
b.
Sistem Waktu
Besarnya
kompensasi dihitung berdasarkan standar waktu seperti Jam, Hari, Minggu,
Bulan.
Besarnya Upah ditentukan oleh lamanya karyawan melaksanakan atau
menyelesaikan
suatu pekerjaan.
c.
Sistem kontrak/ borongan
Penetapan
besarnya upah dengan sistem kontrak / borongan didasarkan atas
kuantitas,
kualitas dan lamanya peyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan kontrak
perjanjian
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kompensasi
Dalam
pemberian kompensasi, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhinya. Secara
garis
besar faktor-faktor tersebut terbagi tiga, yaitu:
a.
Faktor intern organisasi,
b.
Faktor Pribadi karyawan yang bersangkutan, dan
c.
Faktor ekstern pegawai organisasi
a.
Faktor intern organisasi
o Dana
Organisasi
o Serikat
Pekerja
b.
Faktor Pribadi karyawan
o Produktifitas
kerja
Produktifitas
kerja dipengaruhi oleh prestasi kerja. Prestasi kerja merupakan faktor
yang
diperhitungkan dalam penetapan kompensasi. Pengaruh ini memungkinkan
karyawan
pada posisi dan jabatan yang sama mendapatkan kompsasai yang
berbeda.
Pemberian kompesasi ini dimaksud untuk meningkatkan produktifitas kerja
karyawan.
o Posisi
dan Jabatan
Posisi
dan jabatan seseorang dalam organisasi menunjukkan keberadaan dan
tanggung
jawabnya dalam hierarki organisasi. Semakin tinggi posisi dan jabatan
seseorang
dalam organisasi, semakin besar tanggung jawabnya, maka semakin
tinggi
pula kompensasi yang diterimanya. Hal tersebut berlaku sebaliknya.
o Pendidikan
dan Pengalaman
Pegawai
yang lebih berpengalaman dan berpendidikan lebih tinggi akan mendapat
kompensasi
yang lebih besar dari pegawai yang kurang pengalaman dan atau lebih
rendah
tingkat pendidikannya. Pertimbangan faktor ini merupakan wujud
penghargaan
organisasi pada keprofesionalan seseorang. Pertimbangan ini juga
dapat
memacu karyawan untuk meningkatkan pengetahuannya.
o Jenis
dan Sifat Pekerjaan
Besarnya
kompensasi pegawai yang bekerja di lapangan berbeda dengan
pekerjaan
yang bekerja dalam ruangan, demikian juga kompensasi untuk pekerjaan
klerikal
akan berbeda dengan pekerjaan adminsitratif. Begitu pula halnya dengan
pekerjaan
manajemen berbeda dengan pekerjaan teknis. Pemberian kompensasi
yang
berbeda ini selain karena pertimbangan profesioalisme pegawai juga kerena
besarnya
resiko dan tanggung jawab yang dipikul oleh pegawai yang bersangkutan.
c.
Faktor Ekstern
o Penawaran
dan Permintaan kerja
Mengacu
pada hukum ekonomi pasar bebas, kondisi dimana penawaran (supply)
tenaga
kerja ebih dari permintaan (demand) akan menyebabkan rendahnya
kompensasi
yang diberikan. Sebaiknya bila kondisi pasar kerja menunjukkan
besarnya
jumlah permintaan tenaga kerja sementara penawaran hanya sedikit,
maka
kompensasi yang diberikan akan besar.
o Biaya
hidup
Besarnya
kompensasi terutama upah/gaji harus disesuaikan dengan besarnya
biaya
hidup (cost of living). Yang dimaksud biaya hidup disini adalah biaya
hidup
minimal.
o Kebijaksanaan
Pemerintah
Sebagai
pemegang kebijakan, pemerintah berupaya melindungi rakyatnya dari
kesewenang-wenangan
dan keadilan. Dalam kaitannya dengan kompensasi,
pemerintah
menentukan upah minimum, jam kerja/hari, untuk pria dan wanita, pada
batas
umur tertentu.
o Kondisi
Perekonomian Nasional
Kompensasi
yang diterima oleh pegawai di negara-negara maju jauh lebih besar
dari
yang diterima negara-negara berkembang dan atau negara miskin. Besarnya
rata-rata
kompensasi yang diberikan oleh organsasi-organisasi dalam suatu negara
mencerminkan
kondisi perekonomian negara tersebut dan penghargaan negara
terhadap sumber daya manusianya.
Kesimpulan
Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan
efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan
kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi
tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan
mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan
dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas). Sudah merupakan tugas manajemen
sumber daya manusia untuk mengelola manusia seefektif mungkin, agar diperoleh
suatu satuan sumber daya manusia yang merasa puas dan memuaskan. Manajemen
sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen umum yang memfokuskan diri
pada sumber daya manusia. Untuk mewujudnya hasil tertentu melalui kegiatan
orang-orang. Hal ini berarti bahwa sumber daya manusia berperan penting
dan dominan dalam manajemen. Adapun fungsi manajemen SDM terdiri atas manajemen
SDM sebagai fungsi manajerial (Perencanaan (Planning), Pengorganisasian
(Organizing), Pengarahan (Directing), Pengendalian (Controlling)),
maupun manajemen SDM sebagai fungsi operasional (Pengadaan Tenaga Kerja atau
Pengadaan Sumber Daya Manusia (recruitment), Pengembangan (development),
Kompensasi (compensation),
Pengintegrasian (integration), Pemeliharaan (maintenance),
Pemutusan Hubungan Tenaga Kerja (separation)). Oleh
karena itu Manajemen dalam setiap kegiatan yg dilakukan oleh orang atau manusia
sebagai aktor atau pelaku sangatlah dibutuhkan agar setiap pekerjaan atau
organisasi dapat berjalan dengan baik.
Komentar
Posting Komentar